Syarat penyuntikan gubal gaharu pada pohon gaharu

Penyuntikan gubal gaharu pada pohon gaharu memerlukan penanganan yang cermat supaya berhasil, yaitu sebagai berikut.

a.        Syarat Pohon Gaharu yang Akan Disuntik
1)        Pohon sudah berbuah dan berumur 5-6 tahun.
2)        Pertumbuhan pohon pesat, dengan garis tengah batang >10 cm.
3)        Kelembapan pohon cukup tinggi, keadaan disekitar pohon yang cukup teduh membuat kelembapan cukup tinggi.

b.        Persiapan Alat dan Bahan

1)        Bor kayu dengan garis tengah 13 mm.
2)        Spidol permanen.
3)        Kapas, spatula, dan pinset.
4)        Lilin lunak atau gluteks.
5)        Meteran.
6)        Alkohol 70%.
7)        Bibit gubal gaharu.

c.         Cara Menyuntik Gubal
  
Pembuatan Lubang

1)        Jarak lubang pertama dengan permukaan tanah 20 cm.
2)        Jarak antara satu lubang dengan lubang lainnya 10 cm.
3)        Mata bor dan lubang bor disterilkan dengan menggunakan alcohol.
4)        Lubang bor dibuar setiap sepertiga lingkaran pohon. Batang yang akan disuntik diukur dan diberi tanda dengan spidol permanen.
5)        Setiap menyelesaikan satu lubang, mata bor harus disterilkan.
6)        Arah lubang miring, kurang lebih 15o-30o ke arah atas dengan tujuan agar air hujan tidak masuk ke dalam lubang.
       Kedalaman bor sepertiga garis tengah pohon.
 
Penyuntikan Gubal
1)        Bibit gubal baru dimasukkan ke dalam lubang sampai penuh sebelum lubang menjadi kering dengan cara menekan dengan menggunakan spatula yang steril.

2)        Lubang yang telah terisi bibit gubal segera ditutup  dengan lilin lunak atau gluteks. Penutupan dengan lilin bertujuan agar air tidak masuk ke dalam lubang. Sebulan sekali lubang perlu dikontrol, ada kebocoran atau tidak.

3)        Cara lain, lubang yang telah berisi bibit gubal (inokulan) sebaiknya tidak ditutup agar udara bebas masuk ke dalam lubang sehingga inokulan dapat berkembang dengan baik dan banyak jaringan kayu yang terinfeksi. Semakin banyak jaringan yang terinfeksi, produksi gaharu akan semakin tinggi.

d.        Evaluasi Pascapenyuntikan

  Evaluasi setelah tiga bulan penyuntikan dapat dilakukan untuk mengetahui keberhasilan penyuntikan.

1)        Pilih secara acak tiga pohon garahu yang telah disuntik.

2)        Tepat diatas atau dibawah tempat penyuntikan dibor kembali.

3)        Kayu hasil pengeboran diperiksa warnanya. Bila warna kayu menjadi cokelat dan ketika dibakar berbau wangi, berarti penyuntikan berhasil.

4)        Bila hasil pengeboran berwarna putih dan ketika dibakar tidak mengeluarkan bau wangi, berarti penyuntikan tidak berhasil.

5)        Bila belum berhasil, pemeriksaan diulang tiga bulan kemudian.

6)        Bila belum berhasil, perlu dilakukan penyuntikan ulang.

Dalam pelaksanaannya, penyuntikan harus dilakukan dalam keadaan steril karena bila tidak steril tanaman mudah terkontaminasi mikroba lain yang dapat mengakibatkan kegagalan.

e.         Penyediaan Inokulan

       Penyediaan inokulan pembentuk gubal baru memerlukan sarana dan prasarana      laboratorium yang steril dan tenga mikrobiologi yang terampil. Oleh karena itu, penyedian inokulan tidak mungkin dilakukan oleh petani. Penyediaan inokulan hanya dapat dilakukan oleh lembaga terkait dan pemerintah daerah tempat gaharu dikembangkan.

       Inokulan yang dikembangkan di laboratorium merupakan biakan murni dari produksi inokulan murni hasil pemurnian (isolasi) pohon gaharu di sekitar kawasan budi daya. Jamur pembentuk gubal yang ditumbuhkan pada media khusus dapat menjadi inokulan untuk inokulasi ke dalam pohon atau akar gaharu sebagai pemacu pembentukan gubal baru. Pemakaian bibit gubal dapat menghindari penebangan gaharu yang sia-sia di hutan.

f.         Pengembangan Inokulan.

Teknik pengembangan inokulan dapat dilakukan melalui tahap-tahap berikut ini.

1)        Pilih pohon gaharu alami yang sudah terinfeksi jamur pembentukan gabul baru.

2)        Ambil potongan batang atau cabang pohon yang terinfeksi sebagai preparat.

3)        Masukkan preparat ke dalam kotak es untuk di bawa ke laboratorium.

4)        Kembangkan spora dari preparat di dalam media, kemudian indentifikasi jenis jamurnya sebagai biakan murni.

5)        Kembangkan spora biakan murni ke dalam media padat, seperti serbuk gergaji pohon gaharu.

6)        Masukkan media pada ke dalam incubator pembiakan dalam suhu 24-32 oC dan kelembapan 80% selama 1-2 bulan.

7)        Masukkan spora yang sudah dibiakkan ke dalam botol dan simpanlah botol dalam freezer incubator.

Bibit gubal adalah sejenis mikroba yang menyebabkan terjadinya gubal gaharu di dalam batang pohon gaharu yang terinfeksi. Ada beberapa jenis mikroba yang dapat menimbulkan gubal gaharu pada pohon gaharu. Beberapa jenis jamur pembentuk gubal gaharu adalah sebagai berikut.

a.         Jamur Cytosphaera malaccensis sebagai hasil isolasi dari gubal yang terbentuk pada batang gaharu Aquilaria malaccensis.

b.         Phialophora parasitica dapat menginfeksi pohon yang masih hidup dan potongan batang yang sudah mati.

c.         Mikoriza abuskular, vesicular pada gubal yang diperoleh dari akar pohon Aquilaria malaccensis.

d.        Jamur Fusarium lateritium, Fusarium popullaria, Fusarium rhinocledeilla, Fusarium rizoctonia, Fusarium oxisporium, Fusarium bulbigenum, dan Fusarium botryodiplodia.

e.         Fusarium lateritium merupakan mikroba yang lebih efektif dalam memacu pembentukan gubal gaharu pada pohon Gyrinops versteegii. Jamur tersebut lebih efektif daripada jamur Fusarium popullaria. Semua jenis Fusarium dapat membentuk gubal, terutama Fusarium lateritium.

f.          Jamur Lasiodiploda sp.

g.         Jamur Libertella sp.

h.         Jamur Trichoderma sp.

i.           Jamur Thielaviopsis sp.

j.           Jamur Phytium sp.

k.         Jamur Scytalidium sp.

Cara lain mendapatkan gubal gaharu adalah mirip dengan pembuatan gaharu sisip, yaitu potongan gubal gaharu kecil dimasukkan ke dalam lubang yang dibuat dengan bor ke dalam pohon, kemudian lubang ditutup dengan lilin. Potongan gubal gaharu berfungsi sebagai inokulan pada pohon gaharu yang masih sehat. Namun, cara tersebut tidak banyak dilakukan dan yang umum dilakukan adalah dengan menyuntikan Fusarium lateritium.

Pemberian zat stressing agent, yaitu zat pengatur tumbuh yang dapat memanipulasi atau mengkondisikan system pertahanan pohon melemah sehingg mempercepat terjadinya infeksi yang dapat membentuk gubal gaharu. Pemberian zat stressing agent telah dicoba untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Agar tanaman gaharu stress, dapat pula dilakukan dengan cara melukai pohon atau memasukkan karbit ke dalam lubang yang dibuat pada batangnya. Biasanya, Fusarium, masuk kedalam tubuh tananam secara alami dan membentuk gubal gaharu secara alami juga.

Related Product :

 
Support : Digital Areas | MegaCara
Copyright © 2011. SUMBER GAHARU MURNI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger