Panen Gaharu

Gaharu dapat dipanen pada umur yang telah memenuhi syarat. Ada dua cara memanen, yaitu secara berkala dan panen total.

a.         Panen Berkala

       Berdasarkan pengamatan terhadap batang yang telah disuntik, dapat diketahui produksi gubal yang sudah terbentuk. Panen berkala dilakukan pada pohon yang belum menunjukkan kondisi kematian atau daun dan tajuk pohon gaharu masih tumbuh subur.
       Teknik panen dilakukan dengan cara pengerukan atau pengupasan bagian kayu yang sudah terbentuk gubalnya. Bentuk produksi berkala berupa serpihan atau bubuk. Sebagian besar produk yang dihasilkan digolongkan ke dalam kelas gubal. Pada panen berkala dilakukan pengulangan inokulasi. Inokulasi dan panen berhenti apabila pohon sudah mati secara total.

b.        Panen Total

       Panen total dilakukan pada pohon yang sudah mati. Pemanenan dilakukan terhadap seluruh bagian tanaman, yaitu batang, cabang, ranting, dan akar. Pohon ditebang dan akarnya digali. Batang dipotong-potong, kemudian dikuliti dan dipisahkan antara gubal gaharu dengan kemedangan.
       Dalam memisahkan gubal dari kayu asli, digunakan pisau ukir  karena bentuk gubal bermacam-macam. Dengan cara demikian, gubal yang terpisah dari kayunya lebih tinggi kualitasnya.

Related Product :

 
Support : Digital Areas | MegaCara
Copyright © 2011. SUMBER GAHARU MURNI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger